Studi Komprehensif
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL, BERSALIN DENGAN OLIGOHIDRAMNION, NIFAS, BBL, KB PADA NY. "Y" 2P1A0 DI PUSKESMAS MAJA TAHUN 2026
Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi permasalahan ibu hamil risiko tinggi di Indonesia. Berdasarkan laporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), kematian ibu meningkat dari 4.005 kasus pada tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023, sedangkan kematian bayi meningkat dari 20.882 kasus menjadi 29.945 kasus. Di Kabupaten Lebak, jumlah kematian ibu dan bayi juga meningkat dari 345 kasus pada tahun 2022 menjadi 369 kasus pada tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. Y G2P1A0 mulai usia kehamilan 37 minggu 1 hari hingga masa nifas 33 hari, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil menunjukkan bahwa selama kehamilan ibu mengalami keputihan fisiologis dan memberikan edukasi menjaga personal hygiene, serta komplikasi Oligohidramnion pada usia kehamilan 39 minggu 1 hari yang ditatalaksana sesuai standar. Persalinan pada usia kehamilan 39 minggu 3 hari diawali induksi, namun karena gagal induksi dilanjutkan dengan tindakan Sectio Caesarea. Bayi lahir bugar tanpa kelainan. Pada masa nifas, kondisi ibu normal dengan luka operasi kering pada hari ke-14. Bayi mendapatkan asuhan sesuai standar meliputi vitamin K, salep mata, imunisasi HBO, serta ASI eksklusif, dengan tali pusat kering pada hari ke-14. Pada masa KB, ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan yang diberikan telah sesuai standar dan mampu menangani komplikasi sehingga kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik.
Tidak tersedia versi lain